Senin, 29 Oktober 2018



MAZHAB MAZHAB SOSIOLOGI
Kelompok 1
Evi Tania 118090058
Oktaliya Fandini 118090063
Yuniarti Kusuma Dewi 118090064
Friska Dwi Yunira 118090066

a. Mazhab Geografi dan Lingkungan.
Ajaran-ajaran atau teori-teori yang masuk dalam mazhab ini telah lama berkembang. Dengan kata lain, jarang sekali terjadi bahwa para ahli pemikir menguraikan masyarakat manusia terlepas dari tanah atau lingkungan di mana masyarakat tadi berada. Masyarakat hanya mungkin timbul dan berkembang apabila ada tempat berpijak dan tempat hidup bagi masyarakat tersebut. Teori-teori tersebut sangat logis dan sederhana karena dapat mencakup sejarah perkembangan masyarakat-masyarakat tersebut. Dalam keadaan seperti ini masyarakat sangat tergantung dengan alam baik dari keadaan tanah dan iklim, sumber penghasilannya tak lepas dari bercocok tanam atau mecari hasil bumi yang ada di hutan-hutan. Pentingnya mazhab ini adalah bahwa ajaran – ajaran atau teori-teori menghubungkan faktor keadaan alam dengan faktor-faktor sturuktur serta organisasi sosial. Ajaran dan teorinya mengungkapkan adanya korelasi antara tempat tinggal dengan adanya aneka ragam karakteristik kehidupan sosial suatu masyarakat tertentu.
b. Mazhab Organis dan Evolusioner.
Ajaran –ajaran serta teori-teori bidan biologi, dalam arti luas, banyak mempengaruhi teori-teori sosioilogi. Memang perlu diakui bahwa sejak abad pertegahan banyak ahli pikir masyarakat yang mengadakan analogi antara masyarakat manusia dengan organisasi manusia. Beberapa abad kemudian pengaruh tersebut muncul kembali dan salah seorang terkemuka dari ajaran Herbert Spencer (1820-1903). Herbert Spencer adalah orang yang pertama – tama menulis tentang masyarakat atas dasar data empiris yang kongkeret. Dalam hal ini dia telah memberikan suatu model kongkeret yang secara sadar maupun tidak sadar diikuti oleh para sosiologi sesudah dia. Suatu organisasi menurut Spencer , akan bertambah sempurna apabila bertambah kompleks dan dengan adanya diferensiasi antara bagian-bagiannya.
c. Mazhab Formal
Ahli-ahli pikir yang menonjol dari mazhab ini, kebanyakan dari Jerman, sangat terpengaruh oleh ajaran-ajaran dan filsafat Immanuel. Kant. Salah seorang di antaranya ialah Georg Simmel (1858-1918). Mnurut Simmel, elemen-elemen masyarakat mencapai kesatuan melalui bentuk-bentuk yang mengatur hubungan antara elemen-elemen tersebut.Selanjutnya Simmel berpendapat bahwa pelbagai di dalam masyarakat terwujud dalam bentuk superiorita, subordinasi, dan konplik. Semua hubungan-hubungan sosial, keluarga, agama, peperangan, perdagangan, kelas-kelas dapat diberi karakteristik menurut salah satu bentuk di atas atau tiga-tiganya. Menurut Simmel, seseorang menjadi warga masyarakat untuk mengalami proses individualisasi dan sosialisasi. Tanpa menjadi warga masyarakat tak akan mungkin sesorang mengalami proses ineraksi antara individu dengan kelompok.
d. Mazhab Psikologi.
Di antara soiologi-sosiologi yang mendasar teorinya pada psiokologi adalah Gabriel Tarde (1843-1904) dari Perancis. Dia mulai dengan suatu dugaan atau pandangan awal bahwa gejala sosial mempunyai sifat psikologis.yang terdiri dari interaksi antara jiwa-jiwa individu –individu adalah imitasi, oposisi, dan adaptasi atau penemuan baru. Imitasi sering kali berhadapan dengan oposisi yang menuju adaptasi yang baru. Dengan demikian, mungkin terjadi perubahan sosial yang disebabkan oleh penemuan-penemuan baru. Hal ini menimbulkan imitasi, oposisi penemuan – penemuan baru, perubahan-perubahan dan seterusnya. Salah seorang sosiologi Amerika termuka lainnya adalah Richard Horton Cooly (1864-1924) Bagi Cooly, individu dan masyarakat saling melengkapi,
e. Mazhab Ekonomi
Marx adalah mempergunakan metode-metode sejarah dan falsafat untuk membangun suatu teori tentang perubahan yang menunjukan perkembangan masyarakat menuju suatu keadaan di mana ada kelas-kelas, maka pada kelas yang berkuasalah akan terhimpun segala kekuatan dan kekayaan. Menurut Weber mengembangkan metode tipe-tipe ideal, yang akan dapat menggambarkan dan memperbandingkan gejala-gejala sosial secara lebih tepat. Dengan demikian, suatu gejala sosial akan dapat dianalisis dengan mempergunakan kreteria tertentu yang terdapat dalam tipe-tipe ideal tersebut.
f. Mazhab Hukum.
Di dalam sorotannya terhadap masyarakat. Durkheim menaruh perhatian yang besar terhadap hukum yang dihubungkan dengan jenis-jenis solidaritas yang terdapat di dalam masyarakat. Hukum menurut Durkheim adalah kaidah-kaidah yang bersanksi yang berat-ringannya tergantung pada sifat pelanggaran, anggapan-anggapan, serta keyakinan masyarakat tentang baik buruknya suatu tindakan. Di dalam masyarakat dapat ditemukan dua macam sanksi kaidah-kaidah hukum, yaitu sanksi yang represif dan sanksi restitutif.




MAZHAB MAZHAB SOSIOLOGI
Kelompok 1
Evi Tania 118090058
Oktaliya Fandini 118090063
Yuniarti Kusuma Dewi 118090064
Friska Dwi Yunira 118090066

a. Mazhab Geografi dan Lingkungan.
Ajaran-ajaran atau teori-teori yang masuk dalam mazhab ini telah lama berkembang. Dengan kata lain, jarang sekali terjadi bahwa para ahli pemikir menguraikan masyarakat manusia terlepas dari tanah atau lingkungan di mana masyarakat tadi berada. Masyarakat hanya mungkin timbul dan berkembang apabila ada tempat berpijak dan tempat hidup bagi masyarakat tersebut. Teori-teori tersebut sangat logis dan sederhana karena dapat mencakup sejarah perkembangan masyarakat-masyarakat tersebut. Dalam keadaan seperti ini masyarakat sangat tergantung dengan alam baik dari keadaan tanah dan iklim, sumber penghasilannya tak lepas dari bercocok tanam atau mecari hasil bumi yang ada di hutan-hutan. Pentingnya mazhab ini adalah bahwa ajaran – ajaran atau teori-teori menghubungkan faktor keadaan alam dengan faktor-faktor sturuktur serta organisasi sosial. Ajaran dan teorinya mengungkapkan adanya korelasi antara tempat tinggal dengan adanya aneka ragam karakteristik kehidupan sosial suatu masyarakat tertentu.
b. Mazhab Organis dan Evolusioner.
Ajaran –ajaran serta teori-teori bidan biologi, dalam arti luas, banyak mempengaruhi teori-teori sosioilogi. Memang perlu diakui bahwa sejak abad pertegahan banyak ahli pikir masyarakat yang mengadakan analogi antara masyarakat manusia dengan organisasi manusia. Beberapa abad kemudian pengaruh tersebut muncul kembali dan salah seorang terkemuka dari ajaran Herbert Spencer (1820-1903). Herbert Spencer adalah orang yang pertama – tama menulis tentang masyarakat atas dasar data empiris yang kongkeret. Dalam hal ini dia telah memberikan suatu model kongkeret yang secara sadar maupun tidak sadar diikuti oleh para sosiologi sesudah dia. Suatu organisasi menurut Spencer , akan bertambah sempurna apabila bertambah kompleks dan dengan adanya diferensiasi antara bagian-bagiannya.
c. Mazhab Formal
Ahli-ahli pikir yang menonjol dari mazhab ini, kebanyakan dari Jerman, sangat terpengaruh oleh ajaran-ajaran dan filsafat Immanuel. Kant. Salah seorang di antaranya ialah Georg Simmel (1858-1918). Mnurut Simmel, elemen-elemen masyarakat mencapai kesatuan melalui bentuk-bentuk yang mengatur hubungan antara elemen-elemen tersebut.Selanjutnya Simmel berpendapat bahwa pelbagai di dalam masyarakat terwujud dalam bentuk superiorita, subordinasi, dan konplik. Semua hubungan-hubungan sosial, keluarga, agama, peperangan, perdagangan, kelas-kelas dapat diberi karakteristik menurut salah satu bentuk di atas atau tiga-tiganya. Menurut Simmel, seseorang menjadi warga masyarakat untuk mengalami proses individualisasi dan sosialisasi. Tanpa menjadi warga masyarakat tak akan mungkin sesorang mengalami proses ineraksi antara individu dengan kelompok.
d. Mazhab Psikologi.
Di antara soiologi-sosiologi yang mendasar teorinya pada psiokologi adalah Gabriel Tarde (1843-1904) dari Perancis. Dia mulai dengan suatu dugaan atau pandangan awal bahwa gejala sosial mempunyai sifat psikologis.yang terdiri dari interaksi antara jiwa-jiwa individu –individu adalah imitasi, oposisi, dan adaptasi atau penemuan baru. Imitasi sering kali berhadapan dengan oposisi yang menuju adaptasi yang baru. Dengan demikian, mungkin terjadi perubahan sosial yang disebabkan oleh penemuan-penemuan baru. Hal ini menimbulkan imitasi, oposisi penemuan – penemuan baru, perubahan-perubahan dan seterusnya. Salah seorang sosiologi Amerika termuka lainnya adalah Richard Horton Cooly (1864-1924) Bagi Cooly, individu dan masyarakat saling melengkapi,
e. Mazhab Ekonomi
Marx adalah mempergunakan metode-metode sejarah dan falsafat untuk membangun suatu teori tentang perubahan yang menunjukan perkembangan masyarakat menuju suatu keadaan di mana ada kelas-kelas, maka pada kelas yang berkuasalah akan terhimpun segala kekuatan dan kekayaan. Menurut Weber mengembangkan metode tipe-tipe ideal, yang akan dapat menggambarkan dan memperbandingkan gejala-gejala sosial secara lebih tepat. Dengan demikian, suatu gejala sosial akan dapat dianalisis dengan mempergunakan kreteria tertentu yang terdapat dalam tipe-tipe ideal tersebut.
f. Mazhab Hukum.
Di dalam sorotannya terhadap masyarakat. Durkheim menaruh perhatian yang besar terhadap hukum yang dihubungkan dengan jenis-jenis solidaritas yang terdapat di dalam masyarakat. Hukum menurut Durkheim adalah kaidah-kaidah yang bersanksi yang berat-ringannya tergantung pada sifat pelanggaran, anggapan-anggapan, serta keyakinan masyarakat tentang baik buruknya suatu tindakan. Di dalam masyarakat dapat ditemukan dua macam sanksi kaidah-kaidah hukum, yaitu sanksi yang represif dan sanksi restitutif.


Rabu, 10 Oktober 2018

Sejarah Perkembangan Sosiologi
Yuniarti kusuma dewi
118090064

 A. Sejarah istilah sosiologi
Pada tahun 1838, istilah sosiologi  sebagai cabang ilmu sosial yang di cetuskan pertama kali oleh ilmuwan perancis bernama august comte. Kata Sosiologi pertama kali digunakan oleh august comte orang prancis pada tahun 1983 dalam bukunya yang berjudul positive philosophy hingga comte disebut dengan bapak sosiologi. Seorang warga negara prancis bernama herbert spencer pada tahun 1978 mengembangkan teori yang diberi nama evolusi sosial dimana setelah teori itu diterima oleh masyarakat kemudian di tolak, namun sekarang diterima kembali dalam bentuk yang berbeda spencer menggunakan teori darwin dalam masyarakat manusia.
Pada tahun 1895 Emile dukheim menerbitkan buku rules of sociological metodologi of sociological method yang menguraikan metodologi tentang bunuh diri pada berbagai kelompok masyarakat  atau penduduk. Dukheim adalah salah satu pelapor terkemuka dalam mengembangkan sosiologi. Pada tahun 1876 di inggris herbert spencer mempublikasikan sosilogi dan memperkenalkan pendekatan analogi organik yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian bagian yang tergantung satu sama lain. Karl max memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis. Yang menganggap konflik antar kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat. Max weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman) yang berupaya menelusuri nilai,kepercayaan,tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.

B. Sejarah perkembangan sosiologi
 Banyak ahli sepakat bahwa faktor yang melatar belakangi kelahiran sosiologi adalah adanya krisis yang terjadi di dalam masyarakat. Pada abad ke 19 seorang filsuf prancis bernama august comte telah menulis beberapa buku yang berisi pendekatan pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat. August comte menyarankan agar semua penelitian terhadap masyarakat ditingkatkan menjadi suatu ilmu tentang masyarakat yang berdiri sendiri. Dari kondisi tersebut dapat diartikan sosiologi adalah ilmu pengetahuan kemasyarakatan umum yang merupakan hasil akhir dari perkembangan ilmu pengetahuan.
Lahirnya sosiologi tercatat pada tahun 1842,august comte menerbitkan buku yang berjudul positive philosophy,beberapa pandangan penting yang dikemukakan oleh august comte adalah hukum kemajuan manusia atau hukum tiga jenjang,diantaranya:
  • Jenjang Teologi
  • Jenjang metafisika
  • Jenjang positif
Sosiologi dalam pengertian sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru lahir belasan abad kemudian, dengan kronologi perkembangan sejarah sosiologi yaitu:
1. Perkembangan awal
Para pemikir yunani kuno terutama sokrates,plato, dan aristoteles beranggapan bahwa masyarakat terbentuk begitu saja . masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran tanpa ada yang bisa mencegah.
2. Abad pencerahan (Rintisan kelahiran sosiologi)
Sosilogi modern berakar pada karya pemikir abad pencerahan XVII masehi. Abad itu ditandai dengan beragam penemuan dibidang ilmu pengetahuan. Pandangan itu harus juga berciri ilmiah, artinya perubahan yang terjadi di masyarakat harus dapat dijelaskan secara masuk akal bersifat rasional.
3. Abad revolusi (pemicu lahirnya sosiologi)
Perubahan ini dikatakan revolusioner karena struktur tatanan masyarakat lama dengan cepat berganti dengan struktur yang baru . revolusi sosial paling jelas tampak dalam revolusi Amerika,revolusi industri dan revolusi prancis. Ketiga revolusi itu berpengaruh di dunia,karena mengingat kawasan asia dan afrika ketika itu sedang menjadi daerah koloni amerika.

C. Tokoh tokoh sosiologi dan karyanya
1. Auguste Comte (1789-1857)
Hasil karya nya antara lain: the scientific labors necerssary for reorganization of society (1822) , the positive philosphy (6jilid 1830-1840) , subjective synthesis (1820-1903)
2. Herbet spencer (1820-1903)
Karya nya antara lain : social statistic (1850) , priciples of psychologi (1955) , priciples of biologis (2jilid 1864 dan 1961) , , priciples of ethics (1893)
3. Emile durhkeim (1858-1917)
Karyanya antara lain : the social division of labor (1893), the rules of sociological method (1895),the elementary forms of religius(1912)
4. Max webber
Karyanya antara lain : the history of trading companies durring the moddle ages (disertai 1889), economi and society (1920) , collected essays on  sociologi of region (3jilid 1921), collected essays on sociology and social problems (1924),  from max webber essays in sociology (1946) , the theori of social and economic organization (1947)
5. Charles horton cooley (1864-1929)
Karyanya diantaranya : human nature and social order (3jilid 1902), social organization (1909),  social process(1819)
6. Pierre guillaurne frederic le play (1806-1882)
Karyanya diantaranya : european worker(1855), social reform in france (1864), the organization of the family (1871), the organization of labor (1872).